Rabu, 17 April 2013

Tulisan 12_Teori Organisasi Umum 2


DPP PDI P Siap Mengantisipasi Gesekan Antara Caleg Dan Kampanye

DPP PDI P Siap Mengantisipasi Gesekan Antara Caleg Dan KampanyePartai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI P) mengakui tak mudah mensiasati persaingan sehat antarcalon legislatif dari internal partai untuk daerah pemilihan sama dalam pemilu legislatif 2014 nanti. Ditambah, persaingan juga terjadi dengan caleg partai lain.
Wakil Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPP PDI P Arif Hidayat, Minggu (13/1/2013), mengatakan pihaknya akan mengantisipasi gesekan yang akan terjadi di antara caleg internal dengan mengorganisir kegiatan kampanye secara kolektif.
Faktor potensial menciptakan gesekan adalah modal belanja kampanye caleg tanpa batasan. Sehingga, caleg yang ber-uang akan menggelontorkan dana besar-besaran dalam kampanye untuk meraih kursi, tak peduli dengan caleg satu partai untuk dapil yang sama.
“Makanya PDI Perjuangan mengorganisir kegiatan kampanye secara kolektif melalui partai dengan membagi wilayah kampanye untuk masing-masing caleg. Secara internal, partai juga akan mengontrol belanja kampanye yang dikeluarkan caleg maupun partai,” ujar Arif.
Menurut Arif, selain mengontrol belanja kampanye yang dikeluarkan caleg maupun partai, partai berlambang banteng moncong putih juga menyusun pedoman etika berikut penegakannya berupa sanksi, jika kompetisi internal para caleg tidak sehat dan merusak.
Sebelum Undang-undang Nomor 8 Tahun 2012 disahkan, PDI Perjuangan sudah berusaha agar pembatasan dana kampanye caleg dibahas dengan harapan persaingan berjalan kompetitif. Selain PDI Perjuangan, PKS dan PKB juga memperjuangkan pembatasan dana kampanye tapi ditolak fraksi lainnya.
Terpisah, Direktur Eksekutif Perludem (Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi) Titi Anggraini megatakan, pileg nanti persaingan bukan saja antarcaleg beda partai tapi juga antarcaleg sesama partai. Sehingga kompetisi yang bakal terjadi berlapis.
“Ini menyebabkan satu partai harus berkompetisi. Ini sangat potensial menimbulkan konflik di dalam partai sejauh tidak memiliki manajemen yang baik. Fakta pada pemilu 2009, banyak partai mengaku kewalahan mengatur kadernya,”

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar