Selasa, 23 Oktober 2012

Sejarah dan Perkembangan Teori-teori Organisasi

SEJARAH DAN PERKEMBANGAN TEORI-TEORI ORGANISASI Tugas : Sebutkan dan jelaskan teori-teori organisasi yang pernah ada dan berlaku, beserta sejarah dan perkembangannya hingga sekarang? Teori Organisasi adalah teori yang mempelajari kinerja dalam sebuah organisasi, diantaranya membahas tentang bagaimana sebuah organisasi menjalankan fungsi dan mengaktualisasi visi dan misi organisasi yang dijalankan. Menurut Lubis dan Husein (1987) bahwa teori organisasi adalah sekumpulan ilmu pengetahuan yang membicarakan mekanisme kerjasama dua orang atau lebih secara sistematis untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Teori-teori organisasi yang pernah ada dan berlaku beserta sejarah dan perkembangannya hingga sekarang, yaitu : 1. Teori organisasi Klasik 2. Teori organisasi Neoklasik 3. Teori organisasi Modern 1. Teori Organisasi Klasik Teori Klasik (Classical Theory) disebut juga teori tradisional, yaitu berisi konsep-konsep tentang organisasi mulai daru tahun 1800 an (abad 19) yang mendefinisikan organisasi sebagai struktur hubungan, kekuasaan-kekuasaan, tujuan-tujuan, peranan-peranan, kegiatan-kegiatan, komunikasi dan faktor-faktor lain yang terjadi bila orang-orang bekerjasama. Dalam teori ini organisasi secara umum digambarkan oleh para teoritisi klasik sebagai sentralisasi dan tugas-tugasnya terspesialisasi, serta memberikan petunjuk mekanistik structural yang kaku tidak mengandung kretivitas. Teori ini juga berkembang dalam tiga aliran yang dibangun atas dasar anggapan-anggapan yang sama dan mempunyai efek yang sama, yaitu : a. Teori Birokrasi : dikemukakan oleh Max Weber dalam bukunya “The Protestant Ethic and Spirit of Capitalism”. b. Teori Administrasi : dikembangkan atas dasar sumbangan Henry Fayol dan Lyndall Urwick dari Eropa serta Mooney dan Reiley dari Amerika. c. Manajemen Ilmiah : dikembangkan mulai tahun 1990 oleh Frederick Winslow Taylor. 2. Teori Organisasi Neoklasik Dikenal sebagai teori/aliran hubungan manusiawi (The human relation movement). Teori klasik dikembangkan atas dasar teori kalsik, anggapan dasar teori ini adalah menekankan pentingnya aspek psikologis dan social karyawan sebagai individu maupun sebagai kelompok kerjanya, atas anggapan ini maka teori neoklasik mendefinisikan “suatu organisasi” sebagai sekelompok oarang dengan tujuan bersama. Perkembangan teori neoklasik dimulai dengan inspirasi percobaan – percobaan yang dilakukan di Howthore dari tulisan Huga Munsterberg. Dalam hal pembagian kerja, teori Neoklasik telah mengemukakan perlunya hal-hal sebagai berikut : a. Partisipasi yaitu melibatkan setiap orang dalm proses pengambilan keputusan. b. Perluasan kerja sebagai kebalikan dari pola spesialisasi. c. Manajemen bottom-up yang akan memberikan kesempatan kepada para yunior untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan manajemen puncak. 3. Teori Organisasi Modern. Teori Modern dimulai dengan lahirnya gerakan contingency yang dipelopori Herbert Simon, yang mennyatakan bahwa teori organisasi perlu melebihi prinsip-prinsip yang dangkal dan terlalu disederhanakan bagi suatu kajian mengenai kondisi yang dibawanya dapat diterpkan prinsip yang saling bersaing. Teori Modern disebut juga sebagai analisa system pada organisasi merupakan aliran besar ketiga dalam teori organiasi dan manajemen. Teori modern melihat bahwa semua unsur organisasi sebagai unsur sebagai satu kesatuan yang saling ketergantungan, yang didalamnya mengemukakan bahwa organaisai bukanlah suatu system tertutup yang berkaitan dengan lingkungan yang stabil, akan tetapi organisasi merupakan system terbuka. Kemudian Katz dan Robert Khan dalam bukunya “ The social psychology of organiation” mengenalkan perspektif organisai sebagai suatu sistem terbuka untuk menelaah hubungan yang penting dari sebuah organisasi dengan lingkungannya, dan perlunya organisasi menyesuaikan diri terhadap lingkungan yang berubah jika organisasi ingin tetap bertahan. Perbedaan Teori Modern dan Teori Klasik : 1. Teori Klasik memusatkan pandangannya pada analisa dan deskripsi organisasi, sedangkan Teori Modern dengan tekanan pada perpaduan dan perancangan menjadikan pemenuhan suatu kebutuhan yang menyeluruh. 2. Teori Klasik telah membicarakan konsep koordinasi, scalar, vertival sedangkan Teori Modern lebih dinamis daripada teori lainnya dan meliputi lebih banyak variabel yang dipertimbangkan. Teori Modern menunjukkan tiga kegiatan proses hubungan universal yang selalu muncul pada system manusia dalam perilakunya berorganisasi yaitu : Ø Komunikasi Ø Konsep Keseimbangan Ø Proses pengambilan keputusan Sumber : http://www.anneahira.com/teori -organisasi.htm http://coretan-yoseph.blogspot.com/2012/10/teorisejarah-dan-perkembangan-organisasi.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar